Gue sempetin nulis sebelum tidur nih ..baru aja gue abis pulang buka puasa bersama dengan anak2 minyak Schlumberger n Chevron..bakar2 udang, cumi..n ikan..gede2 cing udangnya..udang Arab panjang-panjang ..kenapa ya???
Sesuai janji gue mau cerita tentang SAMI semoga ngga terlalu berat dicerna yah..SAMI itu singkatan dari Strategic Asset Management..sedangkan I-nya untuk Incorporation..jadi nama SAMI tuh benernya nama perusahaan konsultan yang mengusung metode ini..Cuma gue ma temen2 dah terlanjur bilang metode-nya SAMI harusnya SAM doank. Gue benernya tahu SAMI pertama kali tahun 2001 dapat kiriman artikel dari Pak Hermawan Syahrul..dia salah satu King Maker di GMF bagi gue…and pas gue start ditunjuk ngerjain Engine Fleet Management Program (EFMP) berdua sama Cornelis alias om Boy (anak gue selalu manggil sobat gue ini om Bo..karena dia temen setia main anak gue selama di Aussie..thx mate), waktu itu EFMP masih program lokalnya Engineering..kita coba terapin dengan metode ini, terus juga gue kenalin ini ke Mitha dia waktu itu masih di Engine Shop..dan dia juga coba nerapin ini di Engine Shop, terakhir gue kenalin ke DL lewat program Delay Anatomy..memang jualan kita kurang begitu laku karena pada saat bersamaan GMF disibukkan dengan Global Challenge dengan Transforma. Sorry gue harus katakan disini gue ngga sreg dengan cara kerja Transforma..bagi gue mereka lebih sekedar event organizer ketimbang konsultan..bisanya cuma ngatur jadual pertemuan, bikin forms, minta laporan tanpa pernah bisa ngasih masukan akan content program jangka pendek dan panjang kita (content kita parah bo..gue udah ikut di dua SIT.#4 dan #2 jadi tau banget kualitas content-nya). Di SIT #4 gue sudah sering kritik langsung ke Transforma..tapi they never change.
Sedangkan SAMI boleh dibilang lebih dari kita oleh kita dan untuk kita dalam pelaksanaannya…jadi bisa menghemat biaya konsultan dan konsepnya sangat sederhana shg mudah dicerna.
SAMI punya ciri khas pada SAMI triangle atau pyramid SAMI dalam menjalankan metode ini..yang gua akan jelasin adalah yang dah gue customisasi dengan Six Sigma dan kondisi struktural GMF, seperti kata Michael Hammer ..ngga akan ada solusi yg sama untuk masalah yang sama pada organisasi yang berbeda.. Mungkin kalau tulisan ini ngga akan cukup dalam satu tulisan..gue pasti sambung di lain waktu yg penting perkenalan metodenya dulu aja. Oke sebelum gue mulai mohon ambil bolpen dan gue minta apa yang gue tulis tolong digambar di selembar kertas karena gue kesulitan gambarin di sini. Ada lima layer tahapan di SAMI..jadi gambar segitiga dengan lima layer/bagian mendatar..tulis urutan namanya dari bawah ke atas sbb:
1.Planned Operation
2.Variance Detection n Control
3.Value Enabler
4.Organizational Excellence
5.Biz (Business) Policy
Layer pertama “Planned Operation” isinya semua aktifitas produksi yang kita jalankan dalam menghasilkan revenue harus berjalan seperti yang direncanakan..misalnya utk di Component Shop: perform test, mengisi component card, issue strip report, report Test Bench Defect, dsb atau kalau untuk Line Miantenance : ADTH, AML, HIL Management, Run Up/Boroscope Report, bikin Maintavi/TTDR,dsb. Dalam layer ini kalau terjadi ketidak lengkapan dalam pengerjan maka akan menimbulkan “additional non value added job” di kemudian hari..misalnya hasil run up yang hilang atau tidak komplit pengisian form test-nya maka pada suatu saat seorang Maintenance Support atau Engineer akan kehabisan waktu mencari data yang hilang atau melakukan konfirmasi ulang dengan run up man-nya . Atau misalnya data HIL yang tidak dilengkapi Catagory..maka akan menimbulkan pekerjaan tambahan bagi orang lain untuk membuka kembali MEL dan melengkapinya atau bahkan lebih fatal dimana HIL tsb menjadi overdue dan menimbulkan kondisi AOG suatu waktu. Maka Layer Planned Operation ini juga kerap disebut dengan Non Value Added Elimination. Oh iya IT system bermain besar di layer ini juga. Ibarat kita jualan pisang goreng..yang penting bisa milih pisang yang bagus lalu nyampur dengan adonan tepung yang benar dan ngga gosong gorengnya..belum berfikir mau jualan dimana, bentuknya dipotong gimana, harga jualnya mesti berapa.
Pemain utama layer ini adalah teman2 teknisi dan semua frontliner produksi (supervisor, inspector, PPC)
Layer Kedua “Variance Detection n Control” isinya semua aktifitas pendeteksian bila terjadi penyimpangan dan penentuan langkah pengontrolannya. TDAM Meeting di Line Maintenance adalah contoh variance detection serta Alert Item Evaluation oleh Engineering dalam bentuk RMD (Reliability Monitoring Database). Organisasi dalam SAMI harus memiliki sistem pengontrolan untuk setiap penyimpangan dari Planned Operation-nya. Di level ini pemainnya adalah engineer, Maintenance support, dan Maintenance Planner..oh iya planner dalam hal ini harus mampu melakukan re-planning bila terjadi unexpected condition.
Layer Ketiga “Value Enabler” adalah penciptaan tools2 yang dapat mempercepat dan memperlancar proses produksi sehingga efisiensi produksi yang tinggi dapat dicapai seperti disediakannya mobile computer untuk manual2, aplikasi HIL dan Aircraft Status di portal, dsb. Pada level ini pemain utamanya adalah para Manager, karena bagi gue indikator manager yang baik adalah dimana kehadirannya dapat membuat terciptanya value atau nilai2 baru bagi organisasi dan staff di bawahnya..jadi gampangnya kehadiran seorang manager sangat dinantikan anak buahnya..dimana sang anak buah selalu merasa nyaman bila disisinya ada sang manager bukan malah sebaliknya si anak buah empet berat kalau si manager datang karena pasti kerjanya marah2 dan ngasih kerjaan tambahan bukan kasih solusi.
Layer Keempat “Organizational Excellence” membutuhkan keahlian seorang pimpinan organisasi untuk mensikronkan dan mengharmonisasi beberapa fungsi dibawahnya seperti layaknya seorang GM di GMF yang harus menselaraskan output masing-masing seksi dan juga kebutuhan seksi di luar Bidang atau Dinas-nya. Semua output yang dihasilkan dan juga input yang masuk diselaraskan, begitu juga penciptaan policy2 untuk menjamin kelancaran produksi dilakukan disini.
Layer Kelima “Biz Policy” , pada layer ini langkah ke depan, pengembangan pasar, penjalinan partnership dengan pihak luar dan juga arah organisasi di tentukan. Jadi ini mutlak tugas seorang VP, untuk itu dibutuhkan seorang VP yang mampu berfikir jauh menembus batas organisasi dan mengerti kondisi persaingan bisnis dan kondisi pasar di luar sana. Kebijakan Target Performance atau KPI ditentukan berdasarkan standar industri atau permintaan customer. Jadi tugas VP jelas bukan nongkrongin anak buahnya kerja dengan bawa nasi bungkus ..he.he..he
Kemarin dengan Global challenge kita di balik dipaksa menyusun Biz Policy tanpa melihat layer2 bawahnya masih berantakan..yang lucunya pemain level bawah kadang2 diminta bantuin menyusun Biz Policy..kacau khan.
Di atas tadi sekilas tentang SAMI, keindahan SAMI adalah kemampuannya diadopt semua organisasi sehingga masing2 Dinas bisa membuat pyramid masing2 dan tinggal menggandengkannya, menselaraskannya. Keindahan lainnya adalah sangat jelasnya area bermain masing2 posisi struktural..dimana teknisi bermain, dimana Engineer bermain, dimana manager bermain dan dimana GM serta VP bermain..dan tidak saling tumpang tindih. Coba kita bayangkan jika semua VP, GM, Manager, Engineer dan Teknisi sama-sama bermain di level paling bawah.berapa ongkos produksi jadinya sedangkan kita kerap hanya menghitung Cost of Good Sold hanya berdasarkan man hour produksi..rugi donk kita jualan jadinya..
Oke nanti saya akan selipkan penjelasan2 detilnya pada tulisan2 lain sementara iseng2 deh bikin list apa aja yang udah ada di GMF untuk setiap layer-nya..oce..happy weekend