a new airline in mind




October 16, 2005

A New Way of Doing Things..Sunday’s Lesson

Filed under: Jazeera

Hari ni gue dapat pelajaran yang sangat berharga untuk di-share dan memperjelas situasi dikantor gue yang baru dan gue yakin banyak yang ngalamin hal serupa di GMF. Oke ..pagi ini gue n Kassem betulin semua kontrak dengan Kuwait Airways dan seperti gue cerita kemarin boss gue dah berangkat ke Toulouse, tiba-tiba COO gue nyamperin kita berdua and tanya soal status kontrak dengan Kuwait Airways dia cemas ngga keburu di sign sebelum operation..jadilah kita berdua dipanggil ke ruangannya. Pertama-tama dia komplain soal boss gue ttg perubahan kontrak karena dia takut orang legal bakal lama lagi prosesnya, begitu juga dengan di Kuwait Airways. Dari omongan COO gue jelas kelihatan kalau dia n boss gue tuhh ngga cocok..mestinya hal ini ngga boleh dia ungkapin..karena tabu bagi gue kalau COO punya masalah terus cerita ke anak buah dari orang yang bermasalah dengan dia khan sama aja ngajak berkubu…tapi gue seneng Kassem tenang banget ngadapinnya..salut gue ama nih orang. Sebenarnya di Kuwait tuh orang masih mentingin relationship ketimbang apa yang tertulis di kertas..jadi Kuwait Airways pasti ngerjain pesawat kita walaupun agreement belum di sign yang penting understanding dari term kontrak dan workscope disepakati kedua belah pihak..nah ini yg dikerjain boss gue and Kassem….dan ini juga yg berbeda dengan philosopy Barat yg dianut COO..keduanya benar hanya terkadang solusi tergantung situasi..tul ngga?
Oke yang gue sebut pelajaran berharga adalah perkataan COO gue ttg “a new way of doing things”..catat n inget ini kalimat..kelas wahid meaning-nya…jadi COO gue ngeluh soal persiapan airline kita n situasi biz di Kuwait..dia tuh baru direkrut akhir Mei..yang menurut dia telat banget..begitu juga dengan rekrutment gue n Kassem harusnya jauh2 hari..nah yang ini gue setuju…terus dia cerita bahwa di sini banyak yang ngga paham tentang konsep LCC (Low Cost Carrier) dia cerita kenapa banyak LCC sukses bertahan and making profit di dunia macam Ryan Air, Southwest, Air Asia dsb, dia bilang karena mereka (LCC) selalu mencari “a new way of doing things”..jadi mereka selalu tanpa lelah membuat terobosan yang konvensional airline ngga lakuin yang hasilnya adalah berorientasi more productivity with less cost..(Garuda termasuk konvensional ngga yah???)..dan dia pengen banget di Jazeera hal ini dijiwai semua orang..jadi semua orang harus berfikir terobosan yang mendongkrak efisiensi..nah selanjutnya dia hubungin soal kontrak dengan Lufthansa dan Kuwait Airways..dia pengen tuh kita total hanya supervisi Kuwait Airways semua reporting biar Kuwait Airways langsung ke Lufthansa dan kita ngga perlu nongkrongin terus Kuwait Airways kerja ..jadi kita hanya butuh sedikit orang ..nah ini berbeda dengan policy kita yang di Maintenance. Boss gue, Kassem dan gue sendiri berpendapat kita sangat perlu ngawasin Kuwait Airways karena pertama kita belum tahu kualitas kerjanya malahan gosipnya sangat lamban..cuma sayangnya dia satu-satunya provider di Kuwait, kedua kita pengen di awal operation itu nerapin scenario preventive instead of reactive..jangan sampai kejadian dulu … pesawat on ground baru kita sibuk marah2 ke sana kemari..tapi pesawatnya sudah terlanjur ngga bisa cari duit..sayang revenuenya yang hilang khan..Bagi kita di Maintenance permasalahan utama karena provider kita tidak satu perusahaan : Kuwait Airways hanya pegang Light n Line Maintenance, sementara Lufthansa Engineering dan Component sementara Engine provider lain lagi, jadi supervisi dan intermediator mutlak perlu kita lakukan..prinsipnya kita harus bisa memberi kesan produk kita bagus dulu ke customer biar mereka percaya dan mau beli selain harganya memang murah.
Oke jadi dua-duanya bener, COO gue bener karena dia paham sekali konsep LCC..(eh dia itu pilot juga lho..gue jadi inget Gordon Bethune eks CEO Continental yg sukses berat..dia juga pilot and kalau pilot jadi CEO untungnya bisa neken pilot2nya supaya tidak terlalu belagu…) dan dia mau semua orang menjiwai itu sayangnya sosialisasi yang kurang sama cara komunikasi dia ngga sesuai dengan budaya Timur Tengah, boss gue sendiri juga bener karena dia mengerti sekali situasi yang ada di Kuwait dan juga prinsip maintenance dimana tidak ada Low Cost Maintenance yang ada minimum maintenance with highest quality standard.
Nah ini yang mengsinpirasikan gue..dan ini gue mau hadiahin ke GMF..yaitu :
“Let’s find a new way of doing things to achieve a minimum maintenance with the highest quality standard”..

Gue dulu suka sedih di GMF, pas kalau gue lagi bikin aplikasi seperti Interactive Reliability Reporting pake web atau HIL management ada seorang Top Team yang ngomentarin kalau apa yang gue coba bikin tuh ketinggian..pada banyak yang kagak ngerti katanya..padahal dia salah besar..yang gue coba terapin dulu adalah membuat sesuatu se-visual mungkin..karena dengan visual orang akan semakin aware..dan diharapkan hasilnya quality n productivity jadi naik…ya khan..gue emang terlahir menjadi manusia yang sangat visual..buktinya bentuk perut gue coba dari jauh aja dah kelihatan ..he..he..he
Gue sadari juga bahwa konsep maintenance task berbasis MSG-3 lahir dengan semangat yang sama yaitu find a new way of doing things..ngirit hampir separuh task dibanding MSG-2…kalau di hal spritual gue seneng sama yang dikerjain ustadz Hermawan Syahrul..dia lagi sibuk find “find a new way of doing things” dengan Spiritual Engineeringnya..semoga bisa membuat umat lebih dekat kepadaNya dan juga lebih peduli pada sesama..jadi lebih tho’at gitu lochh.
Gue denger GMF juga mau nerapin sistem kupon makan untuk karyawan…what’s a new way of doing things..gue pernah ngobrol sama dr Lula Kamal waktu seminar PMA di Bandung soal hal ini ternyata konsep memberi kupon makan tuh bagus lho yaitu memaksa setiap karyawan makan makanan sehat minimal sehari sekali..ini dengan catatan makanannya sehat lo dari segi kadar gizi, karena ada dan mungkin banyak di antara temen kita makan pagi indomie, siangnya supermie, sampai rumah mie sedap..(cuma beda merk aja)…nah kasihan khan perut n otaknya…dan dengan konsep kupon, setiap abis medical check up..bagi yg high cholestrol..nanti selama beberapa bulan di kasih kupon dengan warna tertentu yang kalau ditukerin akan dapat makanan yang low cholestrol..jadi dia dipaksa diet..begitu juga dengan penyakit lain seperti gula, asam urat..nah kadang2 sosialisai begini yang kurang dilakukan manajemen …jadi banyak yang antipati duluan.
Hal-hal seperti yang gue ceritain di atas juga yang buat gue makin percaya dengan tulisan Michael Hammer bapaknya Re-engineering dalam bukunya The Agenda..”bahwa tidak ada solusi yang sama untuk permasalahan yang sama bagi organisasi yang berbeda dan waktu yang berbeda”..jadi jangan bermimpi kita mengadop Astra atau mengadop GE atau meniru SR Technic terus berharap GMF bisa seperti mereka..yang harus kita lakukan adalah meng-customisasi-nya menjadi solusi yang tepat untuk kondisi manusia dan environment kita serta sesuai dengan jaman-nya.
Oke sebelum terlambat guys “Let’s find a new way of doing things”..ayo kang Gani (yang ini Gani MCC bukan eks CEO Garuda) terusin bikin Repetitive Problem Monitoring-nya..ayo Sigit terusin Component Reliability-nya..ayo Mitha terusin LCC Biz model-nya…..it’s really a new way of doing things….Oce










Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here