Cabin Maintenance….bahasan Selasa
Kayaknya ngebahas Cabin Maintenance okeh juga neh mumpung ada yang komentarin..he..he..sebelumnya gue cerita dulu kondisi cabin-nya Jazeera okeh..keh..keh..keh.
Jazeera operate dengan A320-214 dengan mengambil single config seat yaitu 168 pax..kursi kulit dengan headrest yag bisa ditekuk kalau kepala mau nyandar..jadi ngga perlu bantal lagi (guling kali ya)..nah bedanya seperti yang gue ceritain sebelumnya kita pake moveable divider jadi tergantung jumlah penumpang kelas J-plus baru kita geser divider-nya..nah kelas J-plus ini kursi yang harusnya tiga orang di buat jadi dua orang dengan menaruh table di tengah dan armrest di tekuk ke arah kursi tengah ..jadi lebih lega (kata orang Betawi khan panjang x lebar = lega). Nah bedanya lagi kalau di kelas ekonomi penumpang mau minum makan harus bayar mau denger musik harus beli headset (ciri umum Low Cost Carrier-LCC)..nah di J-plus makan minum gratis sepuasnya, terus headset dibagiin gratis..jadi oce banget deh…
Nah kita ini cukup nyentrik biar LCC tapi ada In Flight Entertainmentnya (IFE) jadi ada musik, film n Airshow tuk nunjukin udara luar berapa dingin, berapa lama lagi sampai tujuan, terbang-nya di ketinggian berapa..sampe2 kalau ngga percaya boleh turun di atas..he..he. Kita pakai IFE-nya Rockwell Collin..oh iya tadi pagi ngobrol bareng rep-nya Rockwell katanya mereka masih di bawah Matshusita dari segi market share..tapi mereka cukup kuat di pesawat single aisle kayak A320 ini…kita juga pakai audio reproducer dalam format CD yang bisa muter traditional CD atau Optical CD…4 keping sekaligus yang dipecah ke 12 channel di PSU. Galley equipment-nya ada oven dan water boiler..ngga ada coffee maker..untung aja..he..he, galley ada dua, lavatory satu di depan dan dua di belakang..apa lagi yah..kayaknya gitu deh kondisi cabin-nya
Secara prinsip sih menurut gue Cabin Equipment itu bisa dibagi menjadi dua category menjadi basic service dan additional service..nah basic service tuh semua peralatan yang harus ada karena peraturan safety dan standar kenyamanan penumpang seperti kursi standard , galley, lavatory, light, emergency equipment dsb nah additional service tuh semacam equipment tambahan untuk memangkan persaingan dalam memanjakan penumpang seperti, IFE, sleeper seat atau biz seat, coffee maker, spa dan gym seperti yang direncanakan di A380 ya. Nah yang teknologinya rumit tuh IFE sisanya lebih ke arah dominan ke mechanical plus electrical standar, maka kerap di beberapa airline peran cabin mechanic suka dirangkap sama orang AP untuk yang berbau mechanical dan EA untuk yg berhubungan dengan electronic macem IFE dan coffee maker. Setahu gue kalau di MRO pasti di pisahin yang namanya Cabin Maintenance karena emang scope kerjaan nya sangat besar sekali..ngga mungkin rangkap..coba bayangin bongkar side wall panel, nyopot terus benerin lavatory, galley, kursi wah ribet dah makanya butuh spesialis.
Nah kalau di airline sendiri kembali tergantung konsepnya dalam berkompetisi. Nah prinsipnya kalau menurut teori sekolahan yang gue pernah pelajari, airline tuh bersaing pertama mutlak adalah safety..ini sebenarnya kudu bukan jadi faktor persaingan..tapi tetep aja customer akan milih airline yg mereka rasa atau kata paranormal-nya lebih safe by nature….kedua harga, nah untuk jenis customer tertentu harga sangat dominan..ada yang seneng pergi dengan cara semurah-murahnya..termasuk kawin dengan pegawai airline biar dapat jatah tiket..he..he..he ada juga yang seneng naik yang mahal..biar penumpangnya homogen..elit semua, nnga desek2an ngga tepuk tangan kalu pesawatnya landing, dsb..makanya selain LCC muncul juga airline yang full biz class seperti Al-Khayala di Saudi, JetBlue and Midwest di Amrik sono….faktor ketiga ketepatan..karena khan tujuan orang naik pesawat tuh pengen cepet..jadi kudu on-time..coba kalau naik mobil bisa lebih cepet dari pesawat orang bakal milih naik mobil..bisa sambil ngeceng and suit2 kalau papasan…naik pesawat mau dadah sama awan atau gatotkaca..kalau wonderwoman yang lewat sih mending. Untuk LCC yang ngandalin utilisasi pesawat setinggi mungkin biar balik modal maka keterlambatan sangat berpengaruh bagi mereka sendiri. Selain ketepatan..time table atau jam berangkat dan jam tiba jadi faktor pilihan ..kalau kemalaman pergi atau datang jelas orang mending milih yang pagian mendarat atau berangkatnya..nah ini harus pinter-pinter minta slot sama penguasa bandara. Nah yang terakhir jelas service..pertarungan di service sekarang sudah sampai level economy class..jaman dulu tuh airline cuma bersaing di bisnis class ke atas mereka berlomba adu mewah..tapi sekarang di Emirates, Chatay, Singapore Airlines dah pake tipih (tivi yang pipih) di tiap kursinya mau economy kek mau bisnis..ada semua. Nah untuk airline yang service jadi alat memenangkan persaingan (biasanya sih bukan ciri LCC..LCC fokus pada safety, ontime dan harga) seperti para flag carrier tuh, peran Cabin Maintenance sangat mutlak karena penumpang ngga akan bisa ngerasain hydarulic leak secara langsung..tapi kalau kursinya rusak, tivi-nya ngga nyala, Tolilet mampet langsung teriak dia. Jadi apa aja yang punya exposure langsung ke penumpang harus diusahakan selalu serviceable. Jazeera sendiri memang unik walau LCC, service tetap di nomersatukan , pesawat aja beli baru nggak leasing..tapi emang ngga salah sih wong punya duit..yang salah khan kalau keluar rumah ngga pakai celana yah..he..he..he.. jadi mungkin kalau fleet kita bertambah banyak sesuai rencana dua tahun ke depan mungkin kita butuh khusus Cabin Mechanic, sementara sekarang Cabin Mechanic-nya Kuwait Airways yang ngerjain semua Cabin Items-nya. Yang suka salah tuh di Indo adalah suka bikin2 grup dan kasta..ada yang merasa orang Line atau Base yang paling hebat menurut gue sih salah semua punya peran sama pentingnya dan harus ada kesempatan dan penghargaan yang sama…coba bayangin gudang material..kalau kita convert jadi duit wah triliunan itu..tapi coba sering maaf aja kita suka menaruh posisi warehouse management bahasa kerennya sebaagi posisi hukuman bagi yang kurang beruntung..padahal kalau di-lihat dari sisi duitnya harus orang canggih yang nge-lola biar ngga ada asset yang kebuang percuma hanya gara2 expire atau store condition tdk memenuhi syarat.. Kemabli lagi kalaupun ada imbalan lebih sebaiknya lebih ke individu sehubungan dengan tanggung jawabnya seperti licence tuk release tapi sebagai organisasi harus sama hak dan perlakuannya bahkan kalau perlu tiap berapa tahun orang boleh pindah dari satu bagian ke bagian lain melalui proses internal recruitment biasa. Kembali ke cerita tentara dulu, mereka tuh bangga dengan tingkat kesulitan pekerjaan..jadi kita juga harus bangga kalu kita punya profesi yang butuh ketrampilan unik dan relatif jarang di dunia yaitu aviation. Mercy Sukron

Ta ! Gw hengkang ke tempat lu aja deh! Ehehehe….udah lama ga maen pesawat-pesawatan nih… gw maenin simulator doang…pesawat, tank, terjun payung, dengan kesejahteraan yang juga “simulated” (jadinya gua foya-foya secara Virtual Reality…).
Salam ke Uci, Ariane, sama yang cowok gw lupa namanya…siapa???
Comment by Erwin Reza — February 1, 2008 @ 3:59 am
Boss boleh ngga ane gabung, nama ane Jeffrey (Pa Ben and Pa Sant. Adi tau ane) kerja di GA (sekarang GMF) udah 18 taon dari masuk sampe sekarang di Cabin Maintenance and kalo lowongan buat Cabin Maintenance ane mau dech, serius nich Ta
Comment by jeffrey — November 3, 2008 @ 4:08 am
boss nama ogut yudhi…..kalo ada lowongan buat cabin maintenance ogut mau dong…!heheheheh……
ogut dah punya pengalaman di bidang cabin maintenance 2th.
hihihihihi…(promosi)…
Comment by yudhi — October 8, 2009 @ 10:55 am