a new airline in mind




March 13, 2006

Part 2. SAP yang tak kunjung selesai

Filed under: Jazeera

Semua orang juga tahu kalau SAP tuh made in Germany dan orang juga tahu Lufthansa Technik (LHT) itu pelopornya SAP di bidang penerbangan, cuma yang gue surprise tuh ternyata SAP belum bisa nanganin semua Biz Processnya Maintenance bahkan di kandangnya sendiri. Jadi dari hasil kunjungan gue ini gue kaget banget liat berantakannnya IT-nya LHT…inget ukuran berantakan tentu dengan referensi organisasi se-beken LHT. Jadi jangan dengerin kata orang deh ..kecuali kata gue..he..he..he.. karena gue dah liat dengan mata kepala sendiri mana aja yang pake SAP dan mana yang nggak khususnya di bagian Engineering, Planning dan Material.
Jadi secara prinsip ada tiga sistem yang dipakai LHT selama ini : SAP, Oracle dan MS Access..kaget khan Access masih dipake…gue aja senyum2 liat Access masih berkeliaran di LHT sementara saat terakhir gue di GMF, gue and temen2 sibuk mindahin ke web base application…takut dibilang dah basi..he..he..he. Jadi ternyata SAP di LHT baru berhasil diimplementasi full di level Material Management dengan tambahan Project Management tuk ngontrol umur komponent dan Document Management tuk ngontrol AD/SB/EO…. nah sisanya tuh masih pakai sistem lama. Yang mayoritas berbasis Oracle. Sebagai info LHT ngga pakai AMOS..yang pakai AMOS tuh Condor..anak perusahaan Lufthansa.
Oke gue ulang satu-satu ya biar ngga bingung, so SAP dipakai untuk :
- Mencatat umur pesawat dan menghitung umur komponen terpasangnya
- Material Management mulai dari pengadaan component sampai management task untuk komponen.
- Documen management dari mulai AD/SB sampai EO
Nggak banyak khan yang pakai SAP…waktu gue coba korek alasannya karena pertimbangan cost di German mahal banget cost per jamnya tuk bayar programmer (minimal EUR 140/jam) dan resiko kegagalannya. Yang gue salut mereka tetep komit dg SAP walaupun dah lebih 15 tahun SAP coba dibangun..dan hasilnya masih segitu aja adanya. Sebenarnya mereka tuh dah nyaman dengan system yang ada mengingat banyaknya customer yang mereka handle jadi sangat beresiko kalau systemnya sampai error pada saat peralihan…makanya SAP dibangun dengan sangat hati-hati.
Jadi jantung pertahan mereka sebenarnya masih pada aplikasi berbasis Oracle yang mereka bangun sendiri dengan GUI-masih model lama. Oracle dipake di Maintenance Program, Pembuatan Jobcard (GATE), dan Planning (MOSES). Seperti dah gue ceritain sebelumnya kunci aplikasi maintenance mereka ada di pembuatan jobcard (GATE system)..salah aja buat jobcard maka akan salah kemana2 seterusnya. Sebagai contoh task komponen yg dikontrol di SAP juga dibuat berdasarkan Jobcard di Oracle berikut juga dengan jumlah komponen terpasangnya. Ini yang agak berbeda dengan Maintenix, kalau Maintenix task/job ikut sama komponennya.
Jadi Job card di-create secara manual dari maintenance program, semua interval jumlah komponen terpasang di cek secara manual ke IPC dan dibuatkan jobcard-nya. Item baik threshold ataupun repetitive intervalnya juga dibuat jobcardnya..nah apa yang sudah di buat jobcard dan di publish akan ditransfer seacra otomatis ke sistem planning mereka (MOSES). MOSES juga dapat input dari SAP untuk umur pesawatnya..nah dengan dua input satu interval dan satu umur objectnya (dalam hal ini pesawat) MOSES akan ngeluarin schedule baik yang mid term (180 days kedepan) maupun short term (30 days) untuk semua jobcard yang telah di publish.
Sementara untuk AD/SB, setelah menjadi EO akan dibuat jobcardnya terlebih dahulu baru setelah dipublish jobcardnya akan muncul di planning…dengan kata lain selama tidak ada jobcardnya ngga akan pernah muncul tuk schedule pelaksanaannya.
Jadi seperti yag gue singgung sebelumnya kata kunci ada di pembuatan Jobcard..dan seperti yang gue duga kalau Jobcard itu milik Engineering bukan Planning seperti di TLP GMF.
Nah untuk bisa dibaca customer buat short term planning, LHT ngeluarin yang namanya Maintenance Due List dua kali seminggu, formatnya semacam To Do List kalau di MS Outlook berikut prediksi tanggalnya yang merupakan hasil perhitungan antara umur pesawat yang dimasukin lewat SAP dan interval tasknya berikut status last accomplishmentnya ..dan ternyata bikinnya pakai MS Access dengan berdasarkan data yang ada di MOSES..kaget khan..dooorr….sama donk…LHT lebih prefer dengan Access tuk reporting karena lebih fleksibel.
Oh iya hal yang sama gue temuin di Component Reliability..walaupun dah di handle SAP sepenuhnya tuk management component ..ternyata reportingnya juga masih pakai MS Access……hidup Access…bahkan yang gue heran ada aplikasi data warehousing tuk komponen (tuk anaysis and statistik) masih pakai aplikasinya Oracle bukan pakai modulnya SAP…sayang khan?
Sementara untuk Aircraft Reliability mereka pakai full system di MS Access, SAP belum nyentuh sama sekali katanya. Yang lucu wakktu ngobrol sama Project Manager-nya Reliability..dia bilang dia sempet ngusulin Maintenix tuk gantiin aplikasi MS Access dan Oracle..tapi di tolak management dengan keputusan terusin pengembangan dalam SAP…ngakak dalam hati gue..persis banget kayak di GMF. Dan doi juga ngakuin Maintenix masih yang terbaik di bidang ini. Di Maintenix semua khan nyambung dan otaknya tuh di konsep Component Centric yang didalamnya ada maintenance program dan konfigurasi control..nah seperti kita tahu system dan pesawat itu definisinya cuma merupakan susunan gabungan dari komponen..jadi semua nyambung.
Di LHT kesalahan dari satu departemen akan berakibat kesalahan disistem berikutnya karena tidak semua automatis update..sebagai contoh kalau gue bikin modifikasi misalnya nambah jumlah komponen yg terinstall..nambah satu firex bottle misalnya…lalu orang jobcard lupa bikin task-nya..nah di komponent task pasti salah karena ngga akan kecatat task itu sementara jumlah komponenya kan terupdate dari input di SAP..khan jadi ngga match….nah kalau di konsep Maintenix pasti nyambung karena waktu update harus update komponennya dulu terus task apa yang berlaku.semu automatis.. Cuma disini perannya Germany Precision..mereka nge-guarantee kalau output Departemennya akurat…padahal sih..ngga juga tuh.
Gue sih terus terang aja nemuin banyak kesalahan dari yang mereka buat yang gue amatin hasil sistem yang modular tersebut alias tidak terintegrasi. Mulai dari prediksi maintenance yang salah, task komponen yang ngga ada lokasi di pesawatnya..banyak deh wong komplain gue selama tiga hari meeting ada 75 items. Cuma mereka janji mau benerin tuh semua.
Oh iya di LHT ada satu sistem yang bagus tuk ditiru..yaitu web portalnya..mereka sebut sebagai customer lounge..jadi gue bisa akses semua data gue lewat web…seperti jobcard, AD/Ststus, Reliability Report..tapi jangan kagum dulu karena kebanyakan yang ditaruh disitu tuh static report yang mesti diupload dulu secara manual..yah akibat karena sistem yang tidak terintegrasi itu. Contohnya AD/SB gue ngga bisa dapat laporan terkini..melainkan statik report yang diissue 6 bulan sekali, dan kalau mau liat status AD setelah itu harus masukin nomer AD satu2….ngga enak banget khan??? Reliability Report juga begitu..complete reportnya statis dalam pdf, searching pirep and delay ada ..tapi jauh dah sama bikininya Edy Noer di myfleet. Makanya waktu gue demoin apa yg pernah gue bikin di GMF mereka melongo..malahan sempet guyon wah bisa jadi konsultannya LHT…mau juga sih kalau gajinya sama dengan Q8. Buntutnya gue mau diajak jadi member Working group Reliabilitynya Airbus, orang LHT yang mau rekomendasiin…ayo ajah.
So tuk GMF kalau gue boleh komen…atau anjurin SAP disempurnain aja di level Material Management aja, dan untuk task dan konfigurasi semua bisa bikin aplikasi yang niru model Maintenix..gue pernah bikin prototype sama teman2 di EFMP…eh gimana tuh nasib aplikasi EFMP dah jalan belum?…Sayang kalau GMF buang waktu lagi..dah 6 tahun SAP dijalanin..nanti kalau dah jadi model integrasinya baru pelan2 dimigrasiin pakai SAP..jangan Big Bang deh…
Yang penting kita maintain dua sistem aja SAP dan satu lagi..entah apa namanya (semua Access, Excel..pindahin kesini)..biar cost of poor quality bisa diteken..terutama ngga babak belur kalau redelivery pesawat..he..he. Dengan sistem yg terintegrasi..kita bisa raih revenue sebanyak-banyaknya kayak LHT.
IT tuh bagi gue sama aja dengan kendaraannya perusahaan ..makin bagus dan cepat akan makin cepat juga majunya perusahaan. Jangan takut dan bukan ngga mungkin GMF bisa seperti Samsung yang sempet bikin Sony kalang kabut..bukan ngga mungkin GMF juga bisa ngalahin LHT minimal jadi MRO terbesar di southern hemisphere..seperti Garuda pada masa jayanya. Gue dukung 100%…dan ini bukan mimpi, tinggal niat dan usaha sekeras mungkin..jangan lupa Top Management tuk komit.




Part 1. Lufthansa vs GMF

Filed under: Jazeera

Sengaja gue kasih judul kayak gitu, soalnya gue pengen banget bandingin GMF yang gue cintai..ciee….dengan Top MRO dunia Lufthansa seberapa besar sih gapnya. Kita kontrak dg LHT tuk Engineering & Planning tuh seperti proyek FTMnya Swiss Air yang di tawarin ke Garuda..btw jadi jalan ngga tuh proyek???
Gue bayangin Lufthansa pasti bagus banget..ternyata tidak saudara2………oke gue lanjutin lagi. Gue datang jam 1 teng ke Lufthansa setelah urus pas di security gate..Oh iya mereka dah nerapin security system standard EASA..jadi pakai x-ray kayak di airport. Gue dianterin ke gedung tempat partner gue ngantor..jadi Dietmar tuk planning dan Gerhard tuk Engineeringnya. Takjub sih liat kantornya.rapih dan bersih banget..kalau mau belajar 5S and 5 R mungkin disini tempat yang cocok. Gedung Engineering and Planning terletak di lt 2 dan 3 sementara lantai dasar ditempati MCC, oh iya gedungnya bersebelahan dengan hangar 3-nya Lufthansa. Just info di Frankfurt itu LHT punya 3 hangar yang semuanya tuk line maintenance ..maklum pesawat Lufhansa sendiri aja ada 200-an. Nah base maintenance mereka adanya di Hamburg..plus tersebar di beberapa tempat di dunia..seperti Philipine, Polandia, Shannon Irlandia, China,dsb. Dan Frankfurt Airport bisa dibilang punya Lufthansa..guede banget fasilitas mereka ampir seluruh Frankfurt airport tuh Lufthansa.Gue punya schedule meeting selama tiga hari mulai dari Maintenance Program, Planning, Component, Reliability, AD/SB, Warranty, Engine Condition Monitoring, Loadable Software dsb.
Pertama meeting Rabu jam 14:00 dengan Stefan dia masih muda kira2 sepantaran gue deh, dia yang bertanggung jawab dengan Maintenance Program.Lumayan banyak juga open item yg gue ajuin…mulai dari cara maketin task yang gue minta rubah, Component Task, terus Cabin and BFE Item, L/G and APU LLP sampai layout maintenance program. Tapi Stefan orangnya enak mau ngerti maunya customer dan berusaha mau menuhinnya. Kalau di liat dari format and layout Garuda punya lebih bagus walaupun hasil ngadop Swiss Air sebagai contoh kita taruh qty per aircraft untuk component task nah di LHT ngga ada tuh..jadinya si Engineer harus mastiin di IPC waktu buat jobcard-nya. Terus Alternate Part Number ngga muncul di Maint Program. Dan reference antara AMM (cara ngerjain) dengan MPD, MRB (source documents) jadi satu kolom. Gue ngga usah ceritain detilnya entar ngga cukup halamannya ….yang paling gue concern tadi adalah ternyata database mereka terpisah antara Maintenance Program (Oracle) dengan Job Card (Oracle) dan Component (SAP). Gue bilang sama Stefan gimana dia tahu jumlah jobcard pasti sesuai dengan maintenance porogram khususnya berkaitan dengan komponen. Tapi disini hebatnya wong German mereka tuh yakin kalo produk mereka presisi jauh dari kesalahan walaupun ngga nyambung secara database.
Karena masih ngantuk gue ngga banyak debat jam 16:00 gue balik ke hotel tuk nyiapin energi buat besok.
Kamis pagi jam 9 gue dah nongol di LHT office, salju makin menjadi..jalan aja susah..licin banget..pengennya bawa sirup biar kaya es serut medan…norak ya.
Pagi gue diajak keliling tuk overview Planning Departemen, jadi gue dikenalin dengan Mark kepala seksinya..Dewanto kali kalau di GMF…di kenalin sama yang masukin MOSES –aplikasi buat planning terus dengan yang buat Maintenance Due List (short term planning-30 days kedepan) terus liat Troubleshooting Department. Gue emang dah nyiapin serentetan pertanyaan soal planning yang bagi gue banyak kejanggalan. Yang paling gue sorot soal akurasi dan cara perhitungan Maintenance Due List (MDL) buat 600-Hrs check Jazeera yang kedua..mereka hitung jatuh akhir Maret sementara menurut perhitungan gue mestinya akhir April..nah satu bualan khan aneh. Usut punya usut ternyata yang buat Job Cardnya naruh intervalnya 50 days %^&***( gue juga bingung dari mana datangnya karena item calendar days kita tuk 600 Hrs check tuh minimal 100 days…gue komplain berat dan mereka ngga bisa jelasin..mereka janji akan benerin habis ini..itu yang gue khawatirin kalau sistem Maintenance Program dengan Job Card ngga nyambung. Orang yang nerangin MDL ke gue sampai merah mukanya..terus juga layout MDL yang ngga nyaman..karena dia cuma taruh satu interval misalnya FH doang atau FC doang..tahu tahu yang dipakai duedate interval days…khan selalu interval terkecil yg jadi patokan berdasarkan utilisasi pesawat..jadi gue minta semua interval yg berlaku untuk task itu kudu ditampilin. Juga soal issued date MDL yang ditaruh sejajar dengan FH dan FC pesawat ..ini bisa nimbulin misinterpretasi..harusnya ada dua tanggal..pertama issued date MDL dan refrence date dari kapan terkahir umur pesawat (FH dan FC –nya diupdate)..ya ngga? Untung mereka semua setuju untuk dirubah reportnya..yg gue kaget MDL tuh pakai Access reportingnya sementara datanya ngambil dari MOSES (pakai Oracle), lucunya lagi umur pesawat adanya di SAP. Gue ragu mereka nyambungnya bener. Gimana coba kalau gue telat ngelaporin umur pesawat di SAP?
Gue juga raise masalah staggering, ternyata staggering ngga jadi tanggung jawab LHT wah ini sih namanya jebakan Batman..mereka juga ngakuin kalau terminology Total Technical Support yang ditawarin marketing people tuh mislead..jadi keputusan stagerring murni tanggung jawab operator…gue open item aja dulu nanti gue diskusi sama boss gue.
Berikutnya gue minta LHT issue midterm planning upto 6000 Hrs (C-check), ternyata sistem mereka ngga bisa cuma sampai 180 days..6 bulan kedepan..atau ngga mau repot kali ya. Oh iya berhubung sistem di Kuwait semua task harus minta ijin authorithy tuk eskalasi even tuk non safety items..seperti cleaning..makanya gue minta LHT tuk keluarin semua dari Maintenance Program dan gue bikin deal sama Planning Departemen setiap gue butuh task dia harus mau create dan masukin di Maintenance Due List. Untuk yang satu ini dia mau. Oh iya just info beberapa planner di LHt gue intip juga masih pakai excel..berhubung MOSES tuh sistem databasenya masih model lama..maka untuk tampilan kaya bar chart mereka masih mainin di excel. Ada beberapa item planning lainnya yang gue diskusiin sama LHT tapi ngga usah gue ceritain deh.
Habis dari Planning gue ke Troubleshooting Departemen..kalau di GMF Maintenance Support tempat Kang Gani mangkal. Gue dikenalin sama kepala seksinya terus dia jelasin cara kerjanya. Jadi disini kumpulan mekanik ahli..pakar ada yang megang system, structure, avionics.dsb..oh iya mereka ngga dibagi pertype pesawat tapi per ATA system..ini yang rada beda dg GMF. Ruangannya gue suka banget..rapi bersih..dan manual dibelakang kelihatan komplit…persis ruangan eksekutif. Mereka running 3 shifts setiap harinya, nah lalu selalu ada orang yang bertugas sebagai resepsionis ..nah orang yang ini yang bertugas nerima semua keluhan atau permohonan bantuan dari lapangan..dan resepsionis ini juga yang harus menjawab pertanyaan pertama kali baik yg diterima melalui telpon, email, atau fax..baru kalo dah mentok ditransfer ke spesalisnya. Nah semakin sedikit yang ditransfer berarti makin bagus performance resepsionisnya. Biarpun isinya orang senior bukan berarti tanpa kelemahan..gue pernah komplain sekali karena dia pakai TSM LHT bukan TSM JZR..pantesan gue cari2 ngga ada tuh instruksi..nah sekalian pas berkunjung gue audit manual mereka..ketahuan dia ngga install lengkap AirNAV yang gue kasih (EDCI nya ngga diinstall padahal TFU ada disana)..dan telat update lagi..gue kasih peringatan ..dan mereka harus klarifikasi karena gue selalu kirim tepat waktu revisi dokumen.
Gue juga komplain ke mereka karena setiap gue request assistance yang dikasih selalu refer ke TSM..gue sih dah tahu kalau cuma TSM dan gue dah kasih ke Kuwait Airways langsung..gue butuh tips and trick..karena kalau kita ikutin TSM bisa panjang banget untuk satu problem aja..gue butuh shortcut berdasarkan pengalaman mereka. Mereka setuju tapi gue harus kasih tahu mereka TSM apa yang dah dilakukan. Permintaan gue selanjutnya mereka juga gue minta tips tuk summer operation karena di Kuwait bisa sampai 50 degree ampir mepet batas engine boleh start, nah gue korek dari Kuwait Airways penyakit paling sering di Air Conditioning, makanya gue minta LHT nyiapin semua preventive maintenance tuk masalah itu. Terakhir gue dikasih liat ruangan tempatnya para Dewa LHT..jadi di Troubleshooting Departemen ada satu ruangan isinya kalo ngga salah 5 orang paling sakti di LHT mereka yang punya DER jadi bisa desain repair sendiri tanpa harus nunggu instruksi dari manufaktur. Nah keputusan mereka tuh ngga boleh dibantah..mereka juga yang mutusin aircraft mesti grounded apa ngga? Sayangnya ngga sempet ngobrol dengan mereka..karena waktunya dah mepet.
Siang itu kita break sebentar lunch di kantin LHT nah ini bersih dan sangat sehat..untuk karyawan mereka tinggal isi ulang di chip yang ada di ID Card kalau gue dikasih kupon makan sepuasnya..ya dah gue ambil aja semua sebagai sample..he..he..indo banget yah.
Siang gue skedul meeting tuk bahas Component..jadi orang Hamburg datang tuk diskusi masalah rotables, komplain gue sih masih banyak komponen task yang ngga match dengan manufacturer recommendation ..jadi gue suruh dia ngikutin manufacturer recommendation aja..terutama tuk storage life. Juga masalah posisi komponen di pesawat…masih banyak yang kosong FIN number (oh iya Airbus pake FIN number tuk posisi komponen di pesawat) . Dan juga data dari Airbus yang ngaco masa hydrostatic check sethaun sebelum manufactured date..mereka salah masukin tahun…lucunya LHT juga nyalin begitu aja..nah yang nemuin malah kita di JZR…gue minta LHT tuk check data2 yang aneh kayak gitu…untung mereka setuju.
Siangnya ..skedul panjang tuk discuss Reliabilityudah nunggu ..pertama Component Reliability..yang datang orang shop..wah pendekatan Reliabilitynya level shop banget..ya jelas gue bantai aja..kerena gue customer gue butuh data lebih dari sekedar shop calculation…maklum ane muridnya Tom Carrol…dewanya Component VReliability dari Amrik.
Yang basic adalah mereka ngga nampilin qty peraircraft di Reliability Report..terus gimana gue tahu cara ngitung ratenya…ngawur banget. ..juga ATA digit banyak yang yang ngga lengkap…dan yang paling aneh ngga ada alert level..gue minta tuk gunain pooling MTBUR average aja..ditambah 2.5 Standar Deviasi tuk jadi alert level. ..yang ini nunjukin kalau GMF jauh lebih oke..dalam Reliability..he..he..he..Yang gue kaget report mereka pakai MS Access walau komponen dah di handling pakai SAP. Terus cara mereka ngitung MTBF juga ada yang salah..gue minta dikoreksi banyak banget tampilan Reliability Report..untung Frank orang yang aircraft reliability banyak dukung gue…doi juga dah kesel sama Hamburg karena komplain kayak gini dah pernah di-raise juga sama customer lain. Gue juga request tuk komponen yang kita ngga pooling dengan LHT gimana ngolah reportnya..contohnya taxi, landing light kita punya banyak problem..nah Cuma light itu masuk tanggungan Kuwait Airways..Cuma secara komponen khan gue mesti bisa nunjukin mana komponen yang high removal rate ngga peduli suppliernya siapa.
Karena lama diskusi ini..gue baru start jam 4 tuk Aircraft Reliability. Mereka dah tahu apa yang gue mau..gue sempet demoin apa yang gue buat dan tampilin buat Seminar di Karawaci…mereka melongo loh…dan mereka mau ngajak gue jadi working group member tuk Reliabilitynya Airbus. Mereka suka konsep Cabin Reliability yang kita jalanin di GMF..selamat nih buat Edy Noer yang dah susah payah ngembangin.
Jadi sistem Reliability LHT tuh kayak gini..customer dikasih aplikasi namanya RDR basisnya MS Access terus setiap bulannya gue mesti masukin data pesawat kayak hours/cycle, Pilot Complain, Cabin Complain, technical Delays dsb..terus filenya di export ke txt file dan gue email ke LHT terus mereka produce report..nah aplikasi tuk produce report ngga dikasih kita..gue banyak nemuin kesalahan di ATA waktu export terutama tuk handle Unscheduled maintenance ATA 0550 …malah malah jadi ATA 55 Stabilizer. Gue kasih list kelemahan tuh software sampe ke combo box yang ngga user friendly banget..berhubung gue mantan programmer Access..gue kasih input banyak banget. Setelah report jadi semua data di taruh di web portal LHT dan gue bisa akses ke statik report juga ke dynamic..jadi macam search di web..Cuma pilihannya sederhana banget..jauh deh sama yang Edy Noer bikin..di myfleet.
Hal utama yang gue sorot juga adalah Reliability Manual..LHT harus buat itu manual buat JZR ..juga maslah Reliability Review Board yang harus kita laksanain 6 bulan sekali..macem ERC kalau di GMF…berhubung Frank ini asik orangnya jadi ngga kerasa diskusi sampai jam 7..untung dia mau anterin gue ke hotel. Jujur aja soal deteksi problem GMF lebih maju dari LHT Cuma masalahnya penyelesaian analysis dan pengadaan spare part mungkin kita masih ketinggalan jauh..mereka deep analysisnya bagus..banyak PHD di LHT..GMF juga ada sih tapi Permanent Head Damage..he..he..he. Malam ini gue buru2 tidur..dingin banget diluar salju makin deres turun.
Bersambung ke hari terakhir meeting..kesimpulan




Snow in Germany

Filed under: Jazeera

Minggu lalu baru gue aja balik dinas dari Franfurt tuk meeting dg Lufthansa Technik. Banyak banget di kepala gue yang mau gue ceritain..yang jelas intinya LHT tidak secanggih yang gue kira..ngga nyangka khan..MRO terbesar se jagad ini ternyata biasa aja tuh. Kenapa biasa aja..sabar ya denger cerita gue. Gue sendiri bingung mau mulai dari mana nih..kayaknya gue mau bagi tulisan ini dalam beberapa bagian aja ..sekarang gue cerita intro-nya dulu aja oce.
Jadi gue ke Frankfurt tuh dalam rangka meeting dg LHT tuk bahas semua prosedur and complain selama ini bayangin aja kita dah running selama 5 bulan tanpa training dan penjelasan yg memadai dari LHT..gue sih raba2 aja selama ini..untung alhamdulillah semuanya berjalan mulus.. Pertama gue mau cerita sistem SPPD di Jazeera..di Jazeera sistem uang dinasnya lumpsump jadi gue dikasih duit sekian perhari..nah hotel makan transport terserah gue..jadi ngga usah nyetor kwitansi hotel dsb..gue seneng nih kalo diterapin juga di GMF bisa ngurangin godaan tuk bikin kwitansi palsu..he..he..he..he..he
Gue terbang naik Qatar Airways dari Kuwait tentu aja mampir di Doha ..wah namaya Doha ..karena lagi berbenah kali..ribet banget.renovasi dimana2 terus yg disisain cuma secuil bangunan..yang bikin semua orang tumplek disitu..seperti yang gue duga akhirnya delay di boarding. Just info Doha bakal jadi tuan rumah Asian Games dan juga airportnya di perluas tuk mendarat A380..katrena Qatar salah satu launching customernya pesawat terbesar sejagad. oh iya gue naik A330 dan baliknya A300-600. Dari sisi pelayanan Garuda rasanya lebih baik hanya cabin pesawatnya lebih bagus Qatar..cuma menurut gue masih mending Emirates di sisi Cabin interior dan IFE-nya..tapi bagi gue masih SQ yg terbaik untuk pelayanannya.
Nyampe Frankfurt gue disambut cuaca yang tidak terduga..salju bo..mana gue bawa jaket seadanya dengan celana tipis..brrrr dingin banget…sampai mengkerut semuanya..termasuk bagian yang tidak semestinya mengkerut. Gue ke hotel yang emang gue dah pesen dari Kuwait naik bus shuttle..lumayan jauh 5 km an..Gue nyampe jam 7 pagi dan meeting gue sama lufthansa mulai jam 2 ..jadi masih ada 4 jam tuk istirahatlah.
Kamar hotelnya lucu..single bed tapi ada dapurnya ala apartemen cuma kecil banget..sayangnya gue dapat kamar yang ngg ada wireless internetnya…tapi oke aja yg penting gue bisa masak.
Gue tidur cuma 2 jam karena kamarnya baru siap jam 9:30 biasa resiko early check in. Harga kamarny lumayan mahal tuk ukuran indo 62 euro..tapi utk europe sih murah..apalagi ukuran uang Dinasnya Kuwait…he..he..he
Oke selanjutnya gue mau bagi cerita gue jadi tiga bagian..biar ngga bosen bacanya..
Part 1. Lufthansa vs GMF
Part 2. SAP yang tak kunjung selesai
Part 3. Sisi lain perjalanan
Enjoy bro…………










Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here