SBY has landed..29 April 2006
Sabtu pagi, akhirnya gue liat pesawat Garuda mendarat di Kuwait untuk pertama kalinya, kangen juga liat A330, terakhir melototin A330 waktu bantuin Mitha dan teman2 Six Sigma tuk improve TAT A-check. Hari ini gue emang dah pesen sama Kassem kalau liat pesawat Garuda mendarat telpon gue yah coz dia sehari-hari di line maintenance jadi bisa liat pesawat apa yg mendarat.
Jam 9an dia telpon gue bilang Garuda dah mendarat, gue langsung cari mobil telpon Casino tuk jemput n minta dianterin ke VIP stand. Setelah nunggu 10 menitan Casino jemput gue dan kita meluncur ke VIP, tapi sayangnya kita ditahan security sampai proses protokoler penerimaan selesai. Setelah boleh masuk sama security..gue langsung menuju ke pesawat setelah telpon Mas Heru yang kebetulan jadi panitia penerimaan bareng2 orang KBRI.
Gue say hi ke temen2 Garuda, ada Beny Gunawan on board, katanya sih sama Pa Santo tapi gue ngga liat….eh ngga lama Pa Dody Tjarma n Pa Emir nongol di tangga pesawat..ya gue juga say hi lah..walaupun dah alumni..he..he. Cuma Pa Dody nyangka gue pindah ke Qatar Airways..wah berarti Jazeera belum top neh.
Tapi sayang pesawatnya kok exteriornya agak dekil, mestinya minta dicuci di Ryadh sampai mengkilat..biar keren mentereng seperti waktu KTT di Bandung. Gue kecewa karena gue dah ajak temen2 di Jazeera tuk melihat kerennya pesawat Garuda, tapi ternyata bersihan pesawatnya Jazeera ..he..he..he
Pagi itu gue ngga lama-lama di pesawat..karena temen2 Garuda juga masih sibuk kerja dan panasnya bukan main di ramp, akhir-akhir ini Kuwait dah mulai panas and berdebu so gue balik kekantor kerja lagi.
Oh iya besok minggu ada pertemuan antara SBY dg masyarakat Indonesia yang tinggal di Kuwait..tapi sayangnya jumlahnya di batasi cuma 25 orang karena tempatnya di Istana Bayan, biasanya kalau ada pejabat datang tempatnya di Wisma Indonesia..tapi gue ngerti mungkin masalah keamanan..maklum RI1..harus extra ketat pengamanannya. Kalau gue dah cukup diwakilin sama mas Heru, coz kita dan teman2 anak minyak dah pernah diskusi mengenai item2 apa aja yang mesti disampaiin ke SBY minggu lalu waktu diskusi di rumah mas Budi.
Gue dah ceritain ke mas Heru mengenai pentingnya masukin skilled worker ketimbang TKI ke Kuwait, karena dari pengalaman gue genjot Data Entry training di Komara..terbukti dari kualitasnya kita punya peluang tuk expor skilled worker ke sini..kasihan kalau TKI, seringnya jadi obyek kekerasan majikannya..dan advokasi tuk belain mereka agak jarang n susah disini. Oce..selamat berkunjung SBY semoga bisa jadi manfaat tuk perubahan nasib bangsa kita yang masih nungging…benernya nungging apa tiarap sih…he.he..he

medingan masukin skill worker kaya montir kapal terbang kali yee biar bisa ngumpul gitu itupun kalu kriteria nyang dibutuhin cocok info gue dong
Comment by beau — May 4, 2006 @ 2:18 pm
assalamualaikum… kok susah mau post coment pak..? pa khabar pak ananta? ini m’aziz&m’latifa… yang kalo kemis sore kita ketemu pengajian..:)… mau numpang iklan pak buat aeriane eh susah namanya… ada undangan hari rabu sore minggu depan lengkapnya silahkan liat di blog kami http://azfaazfa.blogspot.com… ma kasih pak… kok lum di update nih ceritanya?
Comment by azfa — May 18, 2006 @ 12:57 pm
MASYARAKAT PEDULI BENCANA YOGYAKARTA
Kami turut berduka cita atas musibah ini dan semoga saudara-saudara yang telah mendahului kita akibat bencana ini diampuni Allah SWT dan diberi tempat yang baik di akhirat. Bagi saudara-saudara yang sekarang sedang dalam keadaan sakit dan merasa berat maka kami doakan agar Allah SWT segera membukakan jalanNYA supaya penderitaan segera berakhir.
Dari lapangan bencana kami mendapatakan laporan bahwa ada beberapa hal yang diperlukan segera:
I. Kebutuhan utama dalam saat ini dan sampai seminggu kedepan.
1. Tenda tempat berteduh karena rumah hancur akibat gempa kebutuhannya sementara 25 ribuan tenda dan sangat mungkin lebih banyak. Serta tempat mandi cuci dan kakus mengingat rumah hancur. Jika tempat air sudah terbuka lagi maka kebutuhan akan air tidak semendesak saat ini. Kebutuhan air sekarang sangat dibutuhkan.
2. Minuman dan makanan jika bisa jangan yang harus dimasak lagi diperlukan dari saat ini s/d 5 hari kedepan dan akan beralih kemakanan lainnya.
3. Peralatan untuk dapur umum agar warga segera bisa memasak di daerahnya masing-masing ketika kemampuan swadaya masyarakat sudah mulai tumbuh kembali.
4. Obat-obatan untuk luka, anti infeksi dan darah serta obat-obatan patah tulang lainnya.
5. Kebutuhan sandang seperti pakaian,sarung, pakaian hangat dan selimut agar kesehatan korban bencana terjaga dan tidak semakin buruk mengingat pakaian banyak terkubur bersama robohnya rumah.
6. Sukarelawan seperti tenaga medis, tenaga untuk mendistribusikan bantuan, tukang masak, fasilitator dan kebutuhan lainnya serta tenaga lapangan lainnya juga peralatan untuk distribusi.
7. RRI pro 3 tempat Sri Sultan Hamengku Bowono X yang digunakan untuk komunikasi pagi tanggal 29 Mei 2006 diusulkan sebaiknya digunakan dalam seminggu sebagai radio Informasi dari lapangan dan radio komando penanganan Bencana gempa Bumi.
8. Alat penerangan berupa genset dan lampu-lampu Petromak.
9. Alat-alat berat untuk membersihkan puing-puing dan mengevakusi Jenasah.
10. Helikopter atau kendaraan lain untuk mendistribusikan makanan dan obat-obatan dalam keadaan darurat.
II. Bagi teman-teman yang akan membantu maka saya sampaikan :
1. Posko UGM Peduli Bulaksumur A-11,Yogyakarta 55281, call center 0274-5888688, Rek Bank Mandiri KK UGM R/C No 1370000006995 an UGM Peduli Gempa DIY Koord Prof Dwiyanto Sofian.
2. Badan Eksekutif Mahasiswa – Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) UGM, Gelanggang Mahasiswa UGM, Bulaksumur, Rek Bank BNI Syariah Yogya, No.9621380-3, an.Ira Amelia Atmanegara. Koordinator : Agung/Ka.BEM UGM, No.Hp.081316374711.
3. Posko KAMMI Peduli Bencana, Alamat. Masjid Mardhiyah UGM (Selatan RSUP.Dr.Sardjito), Rek.9011314299,an.Junaindra.Contact Person Rizal, HP.081328878043.
4. Posko UKM Univ. Atmajaya, Gedung Pusgiwa, Jl.Babarsari, 43 Yogyakarta. Rek.BNI Cab.Yogyakarta,No.96176358 a/n Susilo Tri Prasetyo, Koordinator : P Susilo Tri Prasetyo,HP.085643200102
5. RS.Bethesda Yogyakarta,Cp.Esranamardiyah,Telpon.0274.586688-ext.1500 (baju bekas)
Bagi Instansi Pemerintah dan Swasta, kami mohonkan agar :
1. Menyumbangkan dananya langsung ke Pengorganisir dan Penanganan bencana langsung di Yogyakarta sedangkan untuk penyumbang barang dan makanan silakan dikoordinasikan di kota masing-masing dan segera dikirimkan ke Yogyakarta.
2. Kami mohonkan jangan membayari Iklan ”Turut Berduka cita” ke media baik TV, Radio dan Koran karena korban bencana saat ini sangat butuh berbagai kebutuhan seperti diatas.
Kami di Jakarta telah membentuk Tim Kerja Masyarakat Peduli Bencana Yogyakarta dengan Komandan Operasi Rahman Toha [0818475777] ketua BEM UGM periode 2001-2002, atau Maryadi (081383832021). Kami hanya berusaha dan berharap agar penderitaan Saudara kami di Yogyakarta segera tertangani.
Hormat kami,
Masyarakat Peduli Bencana Yogyakarta
allumni Gajah Mada, Illuni UI-Jakarta,Alumni Atmajaya Yogyakarta, Indosolution, jaringan daerah, Fam-UI, Yayasan Puter, Kammi
Comment by agus muldya — May 29, 2006 @ 4:25 am
Hallo Pak Ananta, apakabar semoga sehat2 selalu. Mohon maaf nich ane baru bisa nimbrung di Web Side ente karena baru dapat dari Nursidi. Setelah saya baca cerpen ente di web side ini, cukup bagus, menarik dan banyak ilmu yang bisa saya ambil dari pengalaman ente. By the way, saya mau ikut comment nich dengan kedatangan SBY di Bulan April 2006 dan kebetulan pesawat tsb saya yang terlibat langsung dalam persiapan penerbangan RI.I. dan terima kasih atas masukkan nya, memang kondisi penampilan exterior pesawat tsb kusam, dikarena cat pesawat tsb sudah mulai usang dan kami teman2 di CGK sudah berusaha untuk mealakukan aircraft washing bahkan kami lakukan polishing tetapi memang hasil nya tidak memuaskan juga. Dan di karenakan ground time pesawat tidak cukup untuk melakukan painting, maka dengan sangat terpaksa dan tidak puas kami melepaskannya dengan kondisi semaksimal mungkin walaupun kami sudah prediksi akan mendapat complain terutam dari Dirut GA. Terima kasih banyak Pak Ananta atas masukkannya. Biar jauh dimata dan ternyata Garuda/GMF masih dekat dihati ente yach.
Best Regard’s
Frengky / TLK
Comment by Frengky — April 4, 2007 @ 9:15 am
Mas Ananta, kalo saya bisa gak ya kerja di airline sana..secara sekarang saya bekerja di penerbangan swasta Indonesia..bidang marketing planning.Mohon informasinya mas..
terima kasih
Comment by Indra Gunawan — November 26, 2007 @ 9:04 am
Ass wr wb
Boss,pa kbr, moga2 masih inget gue Eks H1 GMF,gw sekarang di Qatar Airways bareng ame yg laen ( belasan orang deh ),
gue komentarin nih masalah export skill man power,
kite di QA cuma mekanik, tapi emang kalo skill boleh di adu sama mekanik2 dari negri lain,tapi emang kebanyakan orang kita english nye pada jeblok and mental kura2 kita ( takut di luar ), itu yg buat RI susah ngexport skilll manpower nye ( Kaleeeeeeee, moga2 salah ye ), soal waktu QA interview ke Jkt, mereka ngelulusin 53 orang lho, 3 engineer and 50 Aircraft mech, tapi mechanic yg ” berani ” jalan cuma 13 an orang doang.
padahal kalo menurut gue , itu kesempatan, ya emang kalo duit yg bisa di saving gak terlalu banyak, tapi dari pada gawe di Indo cuma pas buat makan doang, kalo gue pilih yg bisa saving sedikit lah, ya resiko pisah keluarga bisa di cari solusi nya , pa lagi kita di Doha dapet flat yg dua KT, gak susah but bawa keluarga. cuma ya itu kalo menurut gue orang kita kurang siap mental, pada hal kalo satu orang expert ke luar negeri, berarti ada satu lowongan kerja untuk generasi adik2 nya lho, atau mingkin orang kita terlalu terlena sama pribahasa ,” biar gak makan asal kumpul”,atau takut sama pribahasa ” hujan batu di negri sendiri lebih baik dari pada hujan emas di negri orang “, gak tau deh, moga2 sih perkiraaan gue salah besar.
Ok boss, gitu aje dulu ye.
Wass wr wb
PS: salam dari temen2 eks GA & GMF yg ada di QA
Comment by Eddy rosyadie — August 12, 2008 @ 11:10 am